Rabu, 04 April 2012

Cintailah Agung-ku

Salam damai selalu bagi kita,

sebenarnya udah beberapa minggu ini, aku ingin sekali menulis, dan berbagi, namun karena tidak ada spirit, makanya beranda rumah ini kosong selama hampir 40 hari lamanya,, (^_^) ,,

hari ini, aku ingin sekali menulis tentang pemikiran manusia, ini pun hasil analisaku terhadap beberapa orang dengan beberapa kondisi.
cerita ini berawal dari perbincanganku dengan sahabat terbaikku, Agung. Saat itu, dalam kelompok belajarnya, selalu ada pertanyaan, kapan mereka bisa wisata keluar. Selalu itu yang dipertanyakan. Nah, pembacaku terkasih, permasalahan sahabatku itu dalah pada masalah biaya. Jika, diadakan wisata keluar, apakah para orangtua kelompok belajar mau mengeluarkan dana untuk itu, sementara seperti keadaan yang ada saat ini saja, kadang-kadang masih terbentur dengan ongkos transportasi.

Kucoba cari tau apa penyebabnya, ternyata adalah mereka sering melihat kelompok belajar yang lain mengadakan wisata belajar keluar, di mana setelah kuketahui mereka adalah kelompok belajar dengan para orangtua yang mapan, dan sanggup mengeluarkan ratusan ribu rupiah buat biaya transportasi dan makan anak-anaknya, sementara kelompok belajar sahabatku sebaliknya. Kemudian aku berpikir lagi, apakah sebenarnya yang diinginkan orangtua bagi anaknya ?

Mengapa tidak ditanamkan moral dan etika yang baik dalam keluarga, daripada hanya memikirkan hal-hal duniawi seperti wisata jalan-jalan itu? Apakah ada hal yang tidak berkenan dari para orangtua atas apa yang telah sahabatku lakukan ? Ya begitulah ternyata manusia, kadang mereka hanya melihat satu sisi saja, mereka bahkan tidak mau mehamai bahwa dalam mengelola sebuah kelompok belajar, itu dibutuhkan dedikasi tinggi, bukan hanya sekedar saja.

Jujur saja aku sangat prihatin dengan keadaan anak-anak dalam kelompok belajar yang sepertinya kurang mendapat didikan etika dari orangtua mereka, sementara orangtua mereka malah menuntut kepada orang lain agar mau memenuhi keinginan duniawi mereka. Jika memang orangtua ingin membawa anaknya wisata jalan, bukankah bisa dilakukan sendiri bersama keluarganya, mengapa harus membebankan biaya tersebut kepada oranglain? (^_^)

Aku sangat bahagia memiliki seorang sahabat seperti Agung, telah hampir 17 tahun lamanya kami bersama, dan sangat jarang menemukan orang yang bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang diembannya secara sukarela, tanpa pamrih. Jarang sekali orang yang mau mengorbankan harta dan jiwa mereka bagi kemakmuran dan kebahagiaan oranglain, tapi tidak dengan sahabatku ini. Dia selalu saja memikirkan kepentingan oranglain di atas dirinya sendiri, terkadang bahkan dia rela kelaparan demi menyisihkan uang yang dia punya buat kelompoknya. Luarbiasa bukan ???

Semoga Tuhan semesta alam selalu memberikan yang terbaik buatnya dan selalu mencintainya sampai kapanpun.

Pembacaku terkasih, 
bagi kalian yang memiliki anak, peliharalah mereka dengan mengajarkan akhlak yang mulia dan etika yang baik dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Mohon jangan membebankan apa yang kalian inginkan ke oranglain, jika kalian memang tidak mampu melakukannya sendiri.
Mulailah hidup dengan segala keikhlasan dan niat untuk membuat anak-anak kita mempunyai budi luhur, berbudi pekerti yang baik. Jangan memanjakan anak kita dengan kemewahan dan jalan-jalan yang membuai, jika ingin jalan-jalan, buatlah sebuah program yang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman berharga bagi mereka.

Sampai jumpa di lain cerita ya

salam pelangi nusantara kita

,, (^_^) ,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar