Salam pelangi nusantara,
Terima kasihku dan sujud syukur selalu kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alamku.
Entah benar atau tidak, jika rasa terima kasih dan syukur ini ada kaitannya dengan masalah duniawi.
Ingin sekali rasanya diri ini selalu bersyukur dalam hal apapun, namun dalam tulisan kali ini, syukurku yang ada terkait dengan masalah duniawi.
Alkisah, perjalanan hidupku telah memasuki tahun ke 40 di dunia ini, kalo ada grafik yang menggambarkan, tentulah perjalanan itu ada naik turunnya.
Jika orang-orang luar terutama pihak sanak keluarga memandang kehidupanku, tentulah mereka akan memasukkanku dalam kategori menengah ke bawah, dan jika bisa lebih pas nya, ekonomi lemah banget deh (^_^)
Namun, entah mengapa, semua bisa kulalui dengan sabar dan ikhlas, walau sebagai manusia normal, ada kalanya ingin juga merasakan kehidupan kalangan atas. Waktu bulan Oktober 2011, saat menghadiri pemakaman salah satu pamanku, Hendrik, aku bertemu dengan sanak keluarga pihak mama.
Memang selama ini, aku selalu berusaha ga terlalu dekat dengan sanak keluarga, disebabkan keadaan ekonomiku, entah itu sebenarnya baik atau kurang baik, namun aku hanya ingin melindungi keluargaku dari hinaan orang. Apalagi sampai ada yang berpikir jika kami hanya akan menjdi beban bagi keluarga kaya itu.. (^_^). Nah di pertemuan itu, aku bertemu dengan salah satu adek mamaku bernama Hendra, dengan penuh hormat kusapa beliau sambil menanyakan kabar. Kemudian, tebaklah, pertanyaan-pertanyaan dari pamanku dan juga statementnya yang begitu merendahkanku. Beliau bertanya, dengan apa aku datang, aku bilang naik motor bututku, kemudian katanya, kan itu jauh, dan kujawab, biasa saja, kalau masih bisa dijangkau dengan motor, bagiku itu tidaklah terlalu jauh dan tidak ada masalah. Lalu apa katanya padaku, kawan? Wah, kok kehidupanmu sangat menyedihkan dan susah ya ? Aku sempat tersenyum, dan kutanyakan kembali, apa kriteria dia mengatakan kehidupanku susah? apakah hanya karena aku hanya mampu membeli sebuah motor butut, sementara semua anak-anaknya punya mobil mewah? Lalu kulihat ke wajah anak-anaknya, semua suram, tidak ada tampak wajah bahagia di sana, sementara, sepupu-sepupuku mengatakan bahwa aku makin cantik dan seksi saja, itu setelah mereka bertahun-tahun tidak pernah bertemu denganku. HHHHH
Di sanalah kupetik sebuah hikmah dan pelajaran yang sangat berguna, bahwa dengan segala keikhlasan dan kesabaran menjalankan kehidupan sederhana ini dengan bahagia, akan terpancar sinar bahagia pada wajah dan kepribadian kita. Sejak itu perlahan-lahan, keajaiban datang kepadaku, aku bisa menghadiahkan putriku Ruh sebuah perjalanan wisata ke candi Borobudur di Jogjakarta, juga buat putra sulungku hadiah wisata ke pulau Dewata, di mana saat itu banyak sekali yang dipelajarinya di sana. Perjalanan yang kulakukan bersama anak-anakku, bukan hanya sekedar saja, namun adalah untuk belajar dan mendapatkan suatu hikmah tentang semesta alam.
HHH, sampai hari ini, aku selalu berusaha bersyukur dan terus bersyukur atas udara yang kuhirup, atas semua kebaikan Tuhan semesta alam, dan setiap detak jantungku adalah nikmat dan bahagia tak terhingga.
Semoga aku akan selalu menjadi seorang hamba yang bersahaja, tetap menikmati hidup dalam kesederhanaan, tetap menjalankan nilai-nilai luhur semesta alam dalam kebijaksanaan.
Terima kasih pembacaku yang setia, atas kesempatan meluangkan waktu di beranda pelangiku.
,, (^_^) ,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar